Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 September 2011

GALAU BERAT SAMA BEM UI 2010








Melihat dinamika kampus dua bulan terakhir yang menghangat karena >biasalah pergerakan mahasiswa penuh gesekan dan intrik< dan yang terbaru munculnya gerakan untuk mengkoreksi pak rektor UI, tiba-tiba membuat gw bener-bener kangen sama suasana Pusgiwa lantai 2. Kangen ngobrol sama-sama temen-temen. Kangen maen PS bareng ketika "jam kerja" BEM selesai. Kangen pulang malam karena keasyikan diskusi. Kangen rapat-rapat kesmalink. Kangen ceng-cengan sama  yang lain. Kangen "diintrikkin" sama pihak yang ga suka sama BEM UI hehe.. Kangen aksi ke jalanan bareng,,, Kangen nongkrong-nongkrong ga jelas di Pusgiwa. Pokoknya kangen segalanya deh. Sejujurnya kenangan di BEM UI 2010 itu mahal harganya. Ternyata apa yang dikatakan bang Edwin eks ketua BEM UI 2008 itu benar, ia sempat bilang bahwa ia sama sekali ga mau ngulang masa-masa berat di BEM tapi di sisi lain ga ada pengalaman yang lebih ia rindukan selain pengalaman di BEM UI 2008.

Bersyukurlah teman-teman yang pernah gabung BEM UI dan ga gabut (Kalo gabut jelas ga bakal terasa bekasnya). Lewat BEM UI kalian berkesempatan kenal dengan temen-temen dari hampir semua fakultas. Lewat BEM UI kalian bisa kenal orang-orang dari pelbagai karakter. Lewat BEM UI kalian bisa ngerasain riweuhnya jadi event organizer dan pusingnya mikirin gerakan. Lewat BEM UI kalian akan merasa rektorat tega bener menempatkan pusgiwa pada lokasi terasing yang ga dilewatin bis kuning. Pokoknya buat anak 2009,2010,2011, dan seterusnya yang ga sengaja nemu tulisan ini, saran gw cobain deh seumur hiduplo gabung BEM UI gw jamin lo ga bakal nyesel hehe,,,

Selasa, 19 Juli 2011

Timeline Politik Nano-Nano yang Menghibur Hati yang Nano-Nano

Setres!! Itulah yang ada di benak saya hari ini. Sebab niat eksekusi bisnis lele dan bebek yang harusnya udah bisa dilakukan pada awal Agustus ini menjadi harus dijadwal ulang kembali. Penyebabnya tidak lain adalah karena pemilik lahan yang tadinya mau diajak kerja sama membatalkan rencananya untuk meminjamkan lahannya. Padahal lahan merupakan hal yang krusial dalam melaksanakan bisnis peternakan dan dalam realitanya tidak mudah mendapatkan lahan yang mudah untuk digarap. Tapi ya sudahlah setidaknya saya dan teman saya cuma rugi waktu dan mungkin ongkos survei ke lapangan yang tidak seberapa. Yang penting ganjalan ini bisa dijadikan pengalaman berharga dalam masuk ke bisnis peternakan.

Oiya terkait timeline yang nano-nano, jadi kebetulan di timeline saya dari awal saya online malam di twitter hari ini hingga pukul 1.45 dinihari ini terdapat aktor-aktor politik yang sedang membahas pemira. Dimulai dari curhat salah satu panitia pemira terkait chaosnya pemira tahun kemarin dan disusul curhat dari salah satu anggota lembaga legislatif tingkat universitas yang merasakan kuatnya tarik menarik kepentingan dalam kehidupan politik kampus. Saya yang udah mahasiswa tingkat akhir ini pun hanya tersenyum melihat seliweran tweet-tweet tersebut di timeline saya. Saya membaca rangkaian tweet-tweet tersebut, namun saya sama sekali tidak berminat untuk berkomentar because it’s useless!!  You should take care in other issues that give benefit for you and maybe for people around you. Kenapa saya berkomentar seperti ini di dalam blog saya?? Karena saya kapok sempat memiliki rasa benci yang besar pada beberapa kelompok yang dalam persepsi saya berlaku secara tidak baik (walaupun besar juga kemungkinan bahwa yang tidak baik sebenarnya adalah saya) di dalam diri saya akibat terjebak dalam ruwetnya dunia politik kampus.

Pada akhirnya dalam tulisan yang sangat ringan ini (males mikir ribet) saya ingin menyimpulkan bahwa sesungguhnya  quotes ini A politician thinks of the next election. A statesman, of the next generationnyaris benar apa adanya. Nah tugas kitalah (kita?? gw ga ikutan kali :p) untuk merubah stigma bahwa politik itu hanyalah pertempuran kepentingan semata menjadi suatu sarana untuk mewujudkan pengabdian kita kepada masyarakat tempat kita bernaung. Oiya ada tweet mantap dari eks Kadep saya di BEM UI dulu yakni Ridhaninggar, 


“Untuk berkontribusi di kampus, mungkin memang lebih baik ga tau politik kmpus. Untuk berkontribusi di Indonesia, mungkin memang lebih baik ga tau politik penguasa.”

Sulit untuk tidak mengatakan bahwa dalam faktanya mungkin apa yang diungkapkannya nyaris benar 100%. Dalam faktanya memang sangat sedikit ada politikus yang berjiwa negarawan. Oleh karena itulah saya telah mencamkan dalam hati saya bahwa bila nanti saya akan terjun ke partai politik maka saya hanya boleh melakukannya jika dua syarat ini telah terpenuhi, yakni hidup berkecukupan dan berjiwa kenegarawanan. Jika dua hal ini gagal terpenuhi, sementara saya memaksakan tetap bergabung ke dalam partai politik hanya untuk memenuhi ego saya atau malah (naudzubillah) untuk kepentingan pribadi maka kelak yang terjadi adalah saya akan menjadi serupa dengan tipikal sebagian besar politikus Indonesia saat ini.

Semoga Allah senantiasa menjaga integritas kita dalam setiap langkah kita ^^

Kamis, 07 Juli 2011

Midnight Self-Talk



There is an unwritten rule that guide you  to give support for those who have trouble with himself, but you can’t do that for everyone, because sometimes it could be interpreted with other meaning by the others. So the best option is do nothing if you are facing such problem.

Jumat, 27 Mei 2011

Pilih mana?? K2N, Magang, Nyari Duit, Pengabdian, Start Skripsi???


Gw bener-bener lagi ngalamin dilema ni, coz gw harus segera menentukan keputusan apakah ikut K2N atau ga dalam kurang dari 4 hari ini. Sebab sekali gw milih K2N maka gw harus merelakan waktu gw selama hampir 6 minggu di Surabaya (lokasi tes fisik K2N) dan lokasi penempatan K2Nnya. Masalahnya dalam waktu 6 minggu itu gw bisa melakukan beberapa hal, yakni:

1. Magang
Gw belum pernah magang ni. Awalnya gw niat magang semester 8 ini di sebuah LSM yang concern di bidang perlindungan hukum atas lingkungan hidup, tapi gagal gara-gara gw banting setir dari yang tadinya niat lulus 4,5 sesuai lifeplan jadi pengen lulus 4 tahun di pertengahan semester ini. Selain itu gw pengen mengaplikasikan ilmu hukum yang gw dapat selama di kampus di dalam dunia nyata. Hal yang mana belum pernah gw realisasikan hingga kini.

2. Start Skripsi
Start skripsi?? Ini ceritanya panjang jadi niat gw lulus 4 tahun tergagalkan gara-gara berbagai macam masalah yang mengharuskan gw harus menunda dan memulai kembali skripsi gw dari 0. Jadi jika gw ga jadi K2N maka rencananya begitu kepala PK 6 (Program Kekhususan Hukum Internasional Publik) balik ke Indonesia bulan Juni ini, maka gw akan langsung mengajukan judul baru skripsi gw biar gw bisa start lebih awal, biar bulan Oktober atau November udah kelar. Oiya kelak bagian ini akan gw ceritakan dalam satu bab tersendiri coz ceritanya agak konyol, tapi bisa jadi bahan cerita gw ke anak gw nanti kelak hehe.

3. Nyari duit
Ini salah satu pilihan paling pragmatis diantara semua opsi yang gw munculkan bila nanti gw memutuskan untuk tidak mengikuti K2N. Namun hal ini pasti gw lakukan entah sebagai prioritas utama atau hanya sebagai pendamping dari alternatif-alternatif yang gw sebutkan di sini bila gw ga K2N, sebab gw dapat tiket gratis ke Singapur untuk keberangkatan September. Kenapa gw ngotot pengen nyari duit?? Sebab lo semua yang pernah ke Singapore pasti tau GEDENYA cost yang harus dikeluarkan jika lo pengen nikmatin objek-objek wisata Singapore yang worth it. Untuk itu selain dari magang (bila jadi magang)ataupun ngajar les, gw juga bakal konkretin niat gw usaha Lele. Lahan udah ada, modal insya Allah cukup, partner kerja udah ada, tinggal studi lebih lanjut dan eksekusi. Pokoknya kalo gw ga jadi ikut K2N maka gw harus bisa ngumpulin duit sejumlah (ada deh) buat modal ke Singapore dan buat bayar kuliah gw di semester 9. Sebab gw ga mau minta bonyok lagi, coz malu karena udah telat lulus.

4. Pengabdian

Selain rutin mengurus rumbel FIM dan rumbel RBK, gw berniat untuk mencoba konkret di lingkungan sekitar rumah gw dengan memberikan bimbingan belajar cuma-cuma di masjid dekat rumah gw buat anak SD dan SMP. Gw akan memulai ini sesegera mungkin bila gw gajadi ikut K2N. Pokoknya gw ga mau hanya sekedar numpang tidur doang di lingkungan sekitar rumah gw, tapi gw juga harus memberikan hal positif di lingkungan gw.

Itulah 4 opsi yang sudah terbayang jika gw nggak jadi ikut K2N. Tapi sejujurnya gw masih berhasrat banget ikut K2N coz kesempatan untuk datang ke bagian terluar atau bagian terpencil dari negeri ini ga datang dua kali. Semoga Allah memberikan petunjuk bagi gw untuk diberikan keyakinan dalam memilih diantara semua opsi yang ada ini.

Selasa, 15 Maret 2011

Only The Person Who Risks is Truly Free

Minggu kedua dan ketiga bulan Maret ini saya mendapat hantaman luar biasa. Berbagai target yang saya kejar meleset termasuk salah satunya adalah mimpi saya menjadi.............

Kegagalan tersebut jelas membuat saya terpukul, namun sekali lagi saya teringat pada sebuah quotes dari Leo Buscaglia yang pernah disampaikan oleh sahabat saya Budhi Darma yang berbunyi,

"The person who risks nothing, does nothing, has nothing, is nothing, and becomes nothing.
He may avoid suffering and sorrow, but he simply cannot learn, feel, change, grow or love.
Chained by his certitude, he is a slave; he has forfeited his freedom. Only the person who risks is truly free."


Yah kata-kata yang disampaikan Leo Buscaglia sangat tepat, barangsiapa yang mencoba mewujudkan suatu mimpi maka ia berpotensi untuk kecewa bilamana mimpi tersebut tidak terpenuhi. Begitu pula saya, tetapi dengan saya mencobanya maka sesungguhnya saya telah meraih kemerdekaan saya. Kemerdekaan yang tidak akan saya dapatkan jika saya terus memendam mimpi saya tersebut. Dan dengan bangga (di tengah rasa kecewa yang tidak bisa saya tutupi) saya berani mengklaim bahwa saya berhasil mengalahkan rasa takut untuk mencoba. Semoga Allah terus melimpahkan keberanian di dalam diri saya ini.